Tahukah Alasan Pesepakbola Selalu Membawa AnakĀ² Saat Pose Sebelum Bertanding

Gelaran piala dunia 2022 yang dihelat di Qatar telah usai tahun lalu, ya lebih tepatnya menjelang penghujung tahun 2022. Melahirkan juara baru yang telah menanti kemenangan sejak lama, yakni Argentina.

Pernahkah kalian bertanya-tanya, ketika pertandingan sebelum dimulai, tim sepakbola yang akan berlaga akan keluar dari ruang ganti ke lapangan dengan beriringan kedua tim dan ditemani anakĀ² kecil, dengan usia bervariasi, bisa juga campur anak lakiĀ² atau perempuan. Para pemain bola menggandeng masingĀ² satu anak, lalu kemudian mereka berpose di pinggir lapangan, sebelum pertandingan dimulai.

Kalau dipikir, apa hubungannya anakĀ² itu dengan sepakbola, toh anakĀ² ini tidak pula bermain bola selepas pertandingan. Mereka hanya didapuk untuk mendampingi pemain bola yang akan bertanding.

Biasanya anakĀ² kecil yang dipilih ini berasal dari beberapa klub sepakbola junior atau mungkin dari sekolah atau dari yayasan tertentu tergantung momen dan pesan yang mau dibawa.

Ilustrasi apa yang sedang dibahas dalam catatan kali ini. Gambar diambil dari Google.

Lalu tahukah, apakah hubungannya sepakbola dengan anakĀ² ini?

Pertanyaan ini akhirnya terjawab!

Ternyata momen itu sengaja diciptakan karena kerjasama antara FIFA dan UNICEF. FIFA kita tahu sebagai lembaga dunia yang menaungi semua asosiasi sepakbola yang ada di seluruh dunia. UNICEF sendiri merupakan lembaga dunia yang dibentuk yang berfokus pada anakĀ² yang ada di seluruh dunia.


Ada empat alasan kenapa momen itu terjadi dan diciptakan kedua lembaga dunia tersebut, antara lain:
1. Memberikan kesempatan pada anakĀ² untuk memupuk mimpi mereka.
2. Sebagai bentuk kampanye atau promosi.
3. Kesempatan bagi klub untuk mendapatkan keuntungan secara finansial.
4. Untuk menyampaikan gagasan bahwa sepakbola merupakan olahraga yang ramah keluarga.


Sedikit kritisi ya, untuk poin (3) ini agak kurang pas. Alasan ini terkesan melihat anak dari sisi 'eksploitasi', bahasa "kesempatan bagi klub mendapatkan pundiĀ² rupiah", kalimat itu tertulis dibacaan asli dimana Mimin dapat informasi ini. Kalimat asli itu seakan-akan menganggap anak 'bisa' dieksploitasi untuk dapat pundiĀ² rupiah.

Poin (4), sepakbola saat ini belum menjadi olahraga ramah keluarga. Terutama di Indonesia dan mungkin juga di dunia. Why? Karena sepakbola hingga saat ini belum mendidik untuk siapapun di dalamnya siap menerima kemenangan dan kekalahan.

Alhasil selalu ada pertikaian ketika pertandingan usai digelar, entah antar pemain atau antar suporter. Kemudian ekspresi suporter pendukung terkadang berlebihan.

Seperti baruĀ² ini, ketika ajang AFF yang digelar di Indonesia, kala laga Indonesia vs Thailand yang berakhir imbang, bus official timnas Thailand diberikan psywar yang gak sportif, dan terkesan intimidasi. Apakah itu ramah keluarga?

Kemudian ketika tragedi Kanjuruhan, Malang, alihĀ² mendukung pemainnya yang kalah di lapangan, para suporter turun ke lapangan dengan cara yang tidak seharusnya, sehingga dianggap sebagai "rusuh" sehingga petugas keamanan bertindak represif dan terjadilah tragedi itu.

Saat ini, Mimin sih masih menganggap bahwa sepakbola belum bisa dijadikan olahraga yang ramah keluarga.


Ya begitulah kiraĀ² alasan kenapa ada anakĀ² ketika pose sebelum laga pertandingan sepakbola pada momenĀ² pertandingan besar yang dihelat.

Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan selama ini. Sekian dulu sharing dari Mimin, kita akan ketemu lagi pada pertanyaanĀ² lainnya yang entah apa jawabannya, nanti akan terjawab pada akhirnya. SSDK


Posting Komentar

0 Komentar