Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana antara pulau satu dengan yang lain terpisahkan oleh perairan (laut). Keterkaitan antar satu daerah dengan daerah lain beda pulau dapat dijangkau dengan moda transportasi laut dan udara.
Indonesia punya armada udara digawangi oleh Garuda Indonesia sedangkan urusan laut digawangi oleh PT Pelni.
![]() |
Ilustrasi, salah satu armada Pelni KM Kelud saat melintas lautan nusantara |
Beruntung saya ketika kecil bisa mencicipi pengalaman naik salah satu kapal yang dikelola oleh PT Pelni. Waktu itu saya dan keluarga sedang berkunjung menengok nenek ke Flores, tepatnya kita turun di Maumere.
Kalau tidak salah tahun 1994/1995, saya dari start dari Pelabuhan Surabaya naik KM Kelimutu menuju Pelabuhan Maumere. Ada beberapa armada kapal Pelni yang terekam diingatan saya, entah sekedar mendengar dari cerita sanak saudara yang sempat naik kapal tersebut, atau melihat dari kejauhan, armada kapal Pelni lainnya adalah KM Tatamailu dan KM Sirimau.
Ketika itu saya masih kelas 3 atau 4 SD. Ya diusia segitu tidak banyak yang saya ingat. Saya hanya ingat sempat bermain di kapal itu, entah berlari, berkeliling tiap dek. Saya hanya ingat dulu kelas yang kami gunakan adalah kelas ekonomi, karena di sana kita tidur beramai-ramai dengan penumpang lain dalam satu hall/ hamparan yang luas. Kalau tidak salah perjalanan ditempuh selama empat hari tiga malam.
PT Pelni pada awalnya merupakan sebuah yayasan, yang bernama PEPUSKA (Penguasaan Pusat Kapal-kapal). Didirikan 5 September 1950. Berdasarkan SKB Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum.
Kala itu yayasan ini harus bersaing dengan perusahaan perkapalan Belanda NV KPM (NV Koninklijke Paketvaart Maatschapij) yang punya banyak armada dan monopoli rute pelayaran. PEPUSKA saat itu hanya punya 8 unit kapal saja.
Pada 28 April 1952, PEPUSKA dibubarkan dan sudah disiapkan penggantinya yaitu PT Pelni, didirikan berdasarkan SK Menteri Perhubungan pada 28 Februari 1952 dan 19 April 1952. Dengan armada awal adalah 8 kapal dari yayasan PEPUSKA.
PT Pelni merupakan singkatan dari Pelayaran Nasional Indonesia. Diawali menjadi sebuah PT, lalu kemudian menjadi perusahaan negara, lalu kemudian menjadi PT kembali dan kini PT Pelni (persero) menjadi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang jadi tulang punggung urusan mobilitas antar pulau di nusantara.
Setelah PT Pelni terbentuk ini, selanjutnya PT Pelni membeli beberapa kapal untuk armadanya sebanyak 45 unit kapal penumpang dari Eropa Barat.
Kapal-kapal inilah yang menjadi armada yang akan membawa PT Pelni menguasai lautan Indonesia. Meskipun belum semua pulau-pulau kecil mendapatkan jangkauan kapal-kapal dari PT Pelni, karena persoalan infrastruktur.
Saat ini (2020) PT Pelni mengoperasikan 28 unit kapal penumpang dan 4 unit kapal barang. Kapal-kapal ini melayani koneksi di 91-150 pelabuhan di wilayah nusantara.
Termasuk pelabuhan terluar nusantara seperti Natuna, Nias, Morotai dan Nunukan. Tak hanya itu, rute internasional juga dilayani yaitu di Dilli dan
PT Pelni pun pernah menghibahkan armada kapalnya pada tahu 2005 untuk TNI AL, diantara nya adalah KM Rinjani dan KM Kambuna. Lalu kemudian KM Rinjani berubah nama menjadi KRI Tanjung Fatagar (KRI 974) dan KM Kambuna menjadi KRI Tanjung Nusanive (KRI 973).
Untuk memastikan koneksi komunikasi penumpang dengan keluarga, PT Pelni bekerjasama dengan Telkomsel untuk penyediaan menara BTS di atas kapal, supaya penumpang bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga atau keperluan lain.
PT Pelni tak hanya memberikan jasa menghantar penumpang dari satu pulau ke pulau lain saja, namun juga angkutan barang, kendaraan, hingga ternak.
Dari rilis situs resmi PT Pelni, telah mengangkut 26.517 ton/m3 barang, melalui armada kapal penumpang dan kapal perintisnya. Sebanyak 2.893 kendaraan telah diangkut. Dan 770 sapi telah diangkut oleh kapal angkut ternak.
Saat ini, secara riil PT Pelni memanfaatkan 26 armada kapal penumpangnya untuk menyinggahi 83 pelabuhan, melayani 1100 ruas. Terdapat juga 45 trayek kapal perintis yang menyinggahi 275 pelabuhan dan 3.739 ruas.
Sejak pemerintahan Presiden Jokowi, program Tol Laut dicanangkan, program ini mengandalkan kemampuan PT Pelni yang menguasai armada laut Indonesia, sehingga koneksi antar pulau jadi tinggi. Tol laut ini lebih difokuskan pada mobilisasi barang dan ternak antar pulau-pulau di nusantara.
Jika membaca detail, ada perbedaan data soal layanan PT Pelni, itu diwajarkan karena ada beberapa armada yang harus diremajakan, jadi tidak semua full armada PT Pelni akan bekerja keseluruhan, ada yang dicadangkan dan ada yang melakukan perawatan. Harapannya tidak menghambat pelayanan pada masyarakat.
Untuk kisaran tarif kapal Pelni ini bervariatif, tergantung rute mana. Tarif ini bisa per orang, dengan kisaran puluhan hingga ratusan ribu tergantung kelasnya juga, atau kendaraan. Kunjungi situs PT Pelni untuk mendapatkan informasi reservasi tiket, atau kunjungi agen perjalanan.
Untuk urusan persaingan antar moda transportasi, pesaing terberat PT Pelni adalah dari operator modal transportasi udara.
Namun, preferensi calon penumpang memilih dengan moda mana akan berpengaruh pada beberapa faktor, jika saya sebagai penumpang, saya akan melihat tujuan, waktu, barang bawaan yang dibawa, harga, serta sensasi dan pengalaman.
Semoga PT Pelni terus kreatif menyediakan moda transportasi laut di Indonesia, sehingga akan terus melayani masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, antar pulau-pulau kecil dari yang terluar sampai terdalam.
Catatan ini memberikan informasi, untuk tahu bahwa kita punya PT Pelni di laut, gunakan jasa PT Pelni untuk kebutuhan angkutan anda. Jangan ragu gunakan jasa PT Pelni.
Sekian dulu catatan serba-serbi dunia, banyak hal yang dunia ini bisa ceritakan untuk kita ketahui bersama, guna menambah pengetahuan tentang banyak hal, tahu banyak, banyak tahu tapi tidak sok tahu. Selalu gali informasi untuk menambah wawasan mu tentang dunia ini. SSDK.
0 Komentar
Tinggalkanlah pesan, maka saya akan cari anda sambil saya berselancar di dunia ini ...